Langsung ke konten utama

Kesultanan Demak dan Kesultanan Banten

1. Kesultanan Demak
Kerajaan Demak mulanya merupakan sebuah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan dari kerajaan Majapahit. Ketika kerajaan Majapahit runtuh, Demak lalu mulai memisahkan diri dari Ibu Kota di Bintaro. Keajaan Demak merupakan kerajaan islam pertama yang ada di pulau jawa. Kerajaan demak pertama kali di dirikan oleh Raden Patah. Kerajaan Demak memiliki lokasi yang sangat strategis karena terletak antara pelabuhan bergota dari kerajaan Mataram Kuno dan Jepara, kedua tempat inilah yang telah membuat Demak menjadi kerajaan dengan pengaruh sangat besar di Nusantara. Kerajaan Demak didirikan oleh raden Patah asal yang masih keturunan dari Majapahit dengan seorang putri dari Cempa. Daerah kekuasaan dari Kerajaan Demak mencakup Banjar, Palembang dan Maluku serta bagian utara pada pantai pulau jawa.
Faktor yang mendorong tumbuhnya kesultanan Demak , sebagai berikut :
a.    Letaknya strategis di pesisir utara pulau jawa
b.    Adanya hubungan dagang antara jawa dan maluku
c.    Runtuhnya kerajaan majapahit
d.    Adanya peranan wali sanga
e.    Hasil pertanian terutama beras di daerah pedalaman sangat melimpah
f.    Di dukung oleh kota kota di pantai utara Jawa yang sudah lepas dari ikatan Majapahit
g.    Jatuhnya Malaka ketangan Portugis ( 1511 M )
Kehidupan ekonomi masyarakat  Demak bersumber pada pertanian, perdagangan dan pelayaran. Dalam bidang keagamaan, kesultanan Demak berperan sebagai pusat penyabaran agama islam.Di pulau Jawa penyebaran islam didukung oleh para wali yang dikenal dengan wali songo beberapa anggotawali songo yaitu sunaan Kalijaga,sunan Bonang,sunan Kudus,dan Sunan Muria.Mereka berperan besar dalam penyebaaran Islam di jawa tengah dan di jawa timur.
Kesultanan Demak mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan sultan trenggana.Pada masa pemerintahannya kekuasaaan demak meliputi sebagian jawa barat,jayakarta,jawa tengah,dan sebagian jawa timur.Penaklukan pesisir utaara jawa barat dilakukan oleh Fatahillah yang turut merintis berdirinya kesultanan banten dan cirebon.
Setelah sultan Trenggana wafat, kesultanan demak mengalami kemunduran. Salah satu penyebabnya adalah konflik dalam keluarga kesultanan yang memperebutkan takhta Demak. Konflik berakhir setelah Jaka Tingkir ( Adipati Pajang sekaligus menantu sultan Trenggana ). Meredam pemberontakan Aria Panangsang yang menginginkan Takhta Demak. Jaka Tingkir kemudian memindahkan pusat pemerintahan Demak di daerah Pajang.
Keruntuhan Demak membawa dampak antara lain :
a.    Munculnya kerajaan agraris di Pajang
b.    Musnahnya kerajaan Maritim yang mampu membendung bangsa asing ke Jawa
Sultan sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Demak sebagai berikut :
a.    Raden Patah ( 1500 – 1518 M )
Sebagai pendiri kerajaan ia bergelar Sultan Alam Akbar Fatah.
b.    Pati Unus ( 1518 – 1521 M  )
Pati unus mendapat gelar “ Pangeran Sabrang Lor “.
c.    Sultan Trenggana ( 1521 – 1546 M )
Jasa jasa Sultan Trenggana :
-      Membendung eskpansi Portugis ke Jawa
-      Demak berkemebang sebagai pusat perdagangan dan pelayaran
-      Menyatukan kota kota di pesisir utara
-      Agama islam berkembang sampai ke pedalaman

2. Kesultanan Banten
Pada awalnya, Banten merupakan bagian dari Kerajaan Pajajaran, kemudian pada tahun 1527 direbut oleh pasukan Demak pimpinan Fatahillah. Kemudian Banten tumbuh menjadi kota dagang dan kaya dengan lada. Ketika di Demak terjadi kemelut politik karena perebutan kekuasaan setelah Sultan Trenggana wafat, maka banten melepaskan diri dari kekuasaan Demak dan menjadi Kesultanan Islam sendiri. Ketika pangeran Pasaran wafat pada tahun 1552, Sunan Gunung Jati pindah ke Cirebon. Tampuk pimpinan kerajaan Banten di serahkan kepada puteranya yang pertama yaitu Hassanudin.
Kesultanan Banten juga ddirikan oleh Fatahillah pada tahun 1526.
Sultan sultan Banten setelah Fatahillah, sebagai berikut :
a.    Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin  ( 1552 – 1570 M )
b.    Panembahan Yusuf ( 1570 – 1580 M )
Setelah di lantik menjadi Sultan, ia bergelar Syekh Maulana Yusuf.
c.    Maulana Muhammad ( 1580 – 1596 M )
Karena usianya baru 9 tahun, maka pemerntahannya di jalankan oleh Mangkubumi Jayanegara. Maulana Muhammad memerintan Banten dengan gelar Kanjeng Ratu Banten.
d.    Abdul Mufakir ( 1596 – 1640 M )
Saat ia diangkat menjadi raja, usianya baru lima bulan.untuk sementara pemerintahan dijalankan Mangkubumi Ramananggala. Abu mufakhir bergelar Pangeran Ratu.
e.    Abu Maali Ahmad Rahmatullah ( 1640 – 1651 M )
f.    Abdullah Fatah atau Sultan Ageng Tirtayasa ( 1651 – 1682 M )
Sultan Ageng tirtayasa merupakan raja tersbesar kerajaan Banten.
g.    Sultan Abu Nasr Abdul Kahar atau Sultan Haji ( 1682 – 1687  M )
Kemunduran kesultanan Banten di sebabkan faktor faktor berikut :
a.    Perang saudara dan perebutan kekuasaan
b.    Sultan Haji bersahabat dengan VOC ( Belanda ). Sejak saat itu Banten berada di bawah pengaruh VOC.


Komentar